«

»

Dec
30

Benchmarking Laboratorium Pemerintahan IPDN ke Kab. Sragen

(Sragen, Juni 2010)  Penerapan egovernment di Kabupaten Sragen memang banyak menjadi rujukan pemda-pemda lain. Sebenarnya, seperti apa perkembangan egovernment di kabupaten berpenduduk 865.417 jiwa ini, Untung Wiyono, Bupati Sragen, mengatakan pihaknya sudah menerapkan egovernment secara penuh. Hasilnya, Pemkab Sragen memiliki beberapa jenis layanan publik unggulan.  Tujuan Kab. sragen menerapkan egovernment adalah untuk meningkatkan kinerja administrasi dan pelayanan publik.  Untuk melihat sejauhmana penerapan e-goverment tersebut tim dari Laboratorium Pemerintahan IPDN melakukan kunjungan sebagai kegiatan benchmarking bagi pengelolaan laboratorium pemerintahan di IPDN

Berdasarkan penjelasan dari pengelolan PDE  di Pemkab Sragen, bahwa tahapan penerapannya meliputi :
Pertama, Sistem Informasi Manajemen Kependudukan sejak 2003. Layanan ini memungkinkan pembuatan KTP hanya butuh waktu lima menit, tanpa ada pungutan liar dan prosedur yang berbelit.  Kedua, Sistem Informasi Manajemen Perizinan sejak 2005. Sistem ini bisa melacak (tracking) dokumen perizinan secara online. “egovernment memungkinkan kami memberikan layanan perizinan terpadu di kantor pelayanan satu atap kepada kalangan dunia usaha,” papar Bupati Sragen. Ketiga, website resmi Pemkab Sragen sejak 2002. Lewat website, masyarakat bisa memperoleh informasi lengkap mengenai profil dan potensi kabupaten yang terdiri dari 20 kecamatan dan 208 desa/kelurahan ini, termasuk harga sembako dan sarana interaktif aparat dan masyarakat. Keempat, Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Kantaya (Kantor Maya) sejak 2004.

Sistem online ini mempermudah pekerjaan pegawai Pemkab Sragen dan koordinasi antar organisasi pemerintahan di sana. Misalnya, untuk pelaporan dan pengawasan di setiap unit kerja, kecamatan dan BUMD, sarana pengiriman data, informasi dan pengawasan proyek di setiap unit kerja, informasi agenda kerja di setiap satuan kerja, pengiriman surat dinas atau undangan kedinasan ke setiap unit kerja, dan untuk forum diskusi serta interaksi antarpegawai.

Sistem informasi pemerintahan ini terhubung secara elektronik dengan Departemen Perdagangan dan Departemen Dalam Negeri. Ini menjadikan Kabupaten Sragen sebagai proyek uji coba Departemen Perdagangan dalam pemberian perizinan usaha perdagangan secara elektronik (e-licensing). Lalu, untuk mengetahui respons warga, “Setiap enam bulan sekali kami, bekerja sama pula dengan LSM, melakukan survei kepuasan warga atas layanan publik kami sebagai alat ukur efektivitas penerapan egovernment,”. Prestasi Pemerintah Kabupaten Sragen juga didapatkan dari situs web Pemerintah Kabupaten Sragen yang beberapa kali mendapat anugerah dari majalah warta ekonomi, yang terakhir diterima Tahun 2007.

Saat ini sudah 59 izin dan 10 non-perizinan yang di proses menggunakan egovernment. Kabupaten Sragen juga sudah mempunyai 13 aplikasi sistem untuk kantor pemerintah dan rumah sakit serta sudah membangun jaringan sampai ke 208 desa dan menyerahkan 17 izin yang bisa diurus pada tingkat kecamatan,sementara tahun lalu baru dilakukan untuk 13 izin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>